pamflet semworknasVisa dapat diperoleh di kedutaan dimana negara tersebut mempunyai Konsulat Jendral atau Kedutaan Asing. Visa merupakan tanda bukti yang diberikan pada penduduk suatu negara jika memasuki wilayah negara lain yang mempersyaratkan adanya izin masuk. Akan tetapi, bagaimanakah jika perizinan berkunjung ke suatu Negara dihapuskan? Tujuan dan manfaat visa tersebut mulai dihapuskan sejak Maret 2016 di Indonesia. Dalam rangka untuk meningkatkan hubungan Negara Republik Indonesia dengan Negara lain, sehingga diperlukan kemudahan akses bagi orang asing dari warga negara tertentu untuk masuk dan keluar wilayah Republik Indonesia.

Pembebasan dari kewajiban memiliki visa kunjungan ini didasarkan pada asas timbale balik dan manfaat dalam meningkatkan perekonomian melalui kunjungan  wisata mancanegara. Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemerintah melalui Peraturan Presiden Nomor 21 Tahun 2016 tentang Bebas Visa Kunjungan yang membebaskan visa bagi Warga Negara Asing di 169 Negara terpilih yang hendak berkunjung ke Indonesia.

Namun dalam penerapannya, kebijakan strategis pemerintah ini telah menuai dampak, baik dalam segi positif maupun negatif. Dalam hal positif di berlakukannya   visa bebas kunjungan yaitu, pemberian bebas visa ke lebih dari seratus negara ini mampu mendongkrak kunjungan wisatawan dengan meningkatkan perolehan devisa. Akan tetapi disisi lain, pemberlakuan bebas visa kunjungan ini dikhawatirkan membawa dampak negatif berupa penyusupan para pekerja asing secara ilegal ke Indonesia. Pada saat yang sama, kebijakan bebas visa ini dapat pula menjadi celah bagi masuknya para teroris, pengedar narkoba dan para pelaku kejahatan lainnya.

Dari konsepsi dan dasar pemikiran tersebut, perlu adanya tinjauan lebih lanjut mengenai kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah tersebut. maka, organisasi yang tergabung dalam Asian Law Students’ Association (ALSA) National Chapter Indonesia yang lebih khusus sebagai penyelenggara kegiatan ini adalah ALSA Local Chapter Universitas Jember, akan menyelenggarakan kegiatan akademik yaitu, Seminar dan Workshop Nasional (SEMWORKNAS) 2017 ALSA Indonesia dengan tema “Urgensi Pembebasan Visa Kunjungan Terhadap Warga Negara Asing”.

Kegiatan SEMWORKNAS 2017 ALSA Indonesia ini akan dihadiri oleh 200 delegasi terbaik dari 13 Universitas Negeri di Indonesia, National Board ALSA Indonesia dan perwakilan International Board ALSA Internasional. Ke-13 Universitas tersebut antara lain:

  1. Universitas Syiah Kuala;
  1. Universitas Sriwijaya;
  1. Universitas Andalas;
  1. Universitas Indonesia;
  1. Universitas Padjajaran;
  1. Universitas Jendral Soedirman;
  1. Universitas Diponegoro;
  1. Universitas Gadjah Mada;
  1. Universitas Brawijaya;
  1. Universitas Airlangga;
  1. Universitas Udayana;
  1. Universitas Hasanuddin;
  1. Universitas SamRatulangi.

Pelaksanaan kegiatan ini akan diselenggarakan pada hari Senin, 17 Juli 2017 sampai dengan Rabu, 19 Juli 2017 yang bertempat di Gedung Wahyawibawagraha Pemerintah Kabupaten Jember dengan agenda Opening Ceremony dan Seminar, Ballroom Hotel Cempaka Hill dengan agenda Workshop dan Closing Ceremony serta di Pusat Penelitian Kopi dan Kakao, dan Pantai Tanjung Papuma Jember sebagai serangkaian agenda City Trip.

Penyelenggaraan kegiatan SEMWORKNAS 2017 ALSA Indonesia ini diharapkan dapat mengedukasi dan meningkatkan kemampuan para peserta dalam mengatasi permasalahan-permasalahan hukum. Serta memicu kekritisan para peserta dalam memberikan pendapatnya melalui isu hukum.


Category: kemahasiswaan