Sebagai wujud sumbangsih untuk mendorong pembaharuan hukum di Indonesia utamanya pembaharuan hukum pidana, Pusat Pengkajian Pancasila dan Konstitusi (Puskapsi) Fakultas Hukum Universitas Jember kerjasama dengan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan Kementerian Hukum dan HAM RI menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Rancangan Undang-Undang tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RUU KUHP). FGD ini diselenggarakan pada Jumat 9 Oktober 2015 di Hotel Aston Jember dengan diikuti 30 peserta meliputi perwakilan dosen FH Unej, Perancang pada Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Timur, dan Perancang dari Ditjen PP Kemenkumham. Dalam sambutan pembukaan acara ini, Prof. Dr. Widodo Ekatjahjana Dirjen Peraturan Perundang-undangan Kemenkumham menyampaikan tujuan digelarnya FGD ini adalah untuk mendapatkan masukan dari para stakeholder di perguruan tinggi dan diharapkan adanya masukan ini dapat mempercepat terselesaikannya pembahasan RUU KUHP di DPR yang saat ini masih dalam tahap penyiapan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) oleh DPR. Mengingat RUU KUHP terdiri dari 786 Pasal maka untuk mengefektifkan pembahasan FGD, maka FGD di Jember ini fokus membahas 3 (tiga) isu yaitu tindak pidana terhadap keamanan negara, tindak pidana terhadap  martabat presiden dan atau wakil presiden, dan tindak pidana agama dan kehidupan beragama. Bertindak sebagai narasumber dalam FGD ini adalah Dhahana Putra, SH, MH (Direktur Perancangan peraturan perundang-undangan Ditjen PP), Dr. Bayu Dwi Anggono (Direktur Puskapsi FH Unej);  Dr. Y.A. Triana Ohoiwutun, SH, MH (ahli hukum pidana FH Universitas Jember). Dalam acara yang dipandu moderator Dr. M. Ilham Hermawan (Dosen FH Universitas Pancasila) dan Gautama Budi Arundhati, SH, LLM (Peneliti Puskapsi) ini semua peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan gagasannya terkait 3 isu yang dibahas dalam FGD ini.

Kebanyakan peserta menyatakan RUU KUHP ini sudah mencerminkan perkembangan kehidupan masyarakat saat ini, namun masih terdapat beberapa ketentuan dalam draft RUU KUHP baik secara substantif maupun teknik perumusan yang perlu diperbaiki. Lanjutan atas FGD ini akan diselenggarakan di Universitas Sam Ratulangi Manado dan Universitas Diponegoro Semarang.


Category: kemahasiswaan