Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan (Disnakertransduk) Jaa Timur, buruh migran bermasalah di Jember terbanyak nomor empat. Itu terungkap dalam lokakarya revisi Perda Nomor 5 Tahun 2008 tentang Pelayanan, Penepatan dan Perlindungan TKI Jember.

Perda menjadi salah satu regulasi melindungi para TKI, untuk itu perlu ada aturan yang tegas melalui Perda. Salah satu narasumber yaitu Penjabat Dekan Fakultas Hukum Universitas Jember, Dr. Nurul Ghufron, S.H, M.H. mengatakan jika para TKI memiliki hak yang sama mendapatkan perlindungan dari negara, sebab buruh migran juga merupakan warga negara Indonesia. Sebab yang kerap terjadi TKI pulang tidak membawa implan bahkan tidak sedikit pulang dalam keadaan wafat. Hal itu terjadi karena di tempat kerja tidak mendapat advokasi hukum serta mendapat perlakukan yang tidak manusiawi. Sehingga Indonesia harus menunjukkan kesungguhannya dalam melindungi TKI.


Category: kemahasiswaan