ucapan dan sapiAda suasana yang berbeda di momen lebaran yang akan datang ini. Bahwa Tunjangan Hari Raya di lingkungan Universitas Jember dihapuskan karena berdasarkan temuan, itu merupakan penyimpangan. Situasi ini tentu kurang menggembirakan di hati para staf, terutama mereka yang tergolong berpenghasilan rendah atau yang menengah tetapi juga masih menanggung beban kredit dan beban biaya sekolah anak-anak.

Ini baru pertama kali terjadi dalam sejarah Universitas Jember, kita tidak mendapatkan THR. Padahal jika ada walaupun sedikit itu tentu akan sangat membantu kita. Apalagi ini berbarengan dengan daftar ulang anak-anak untuk sekolah dan masuk ke perguruan tinggi. Juga ditambah harga-harga kebutuhan pokok yang naik selama bulan puasa ini, kata salah seorang staf Fakultas Hukum Universitas Jember. Tapi untungnya, pimpinan-pimpinan di fakultas kita peka dan tanggap dengan situasi ini. Mereka secara bergotong-royong rame-rame berbagi kebahagiaan dengan para stafnya. Ada bingkisan lebaran dari Dharma Wanita nya, ada pembagian tabungan, ada pembagian SHU dari Pengurus Ubaka, ada bingkisan sembako untuk para dosen dan staf, ada pembagian parsel dari para pimpinan untuk seluruh staf dan dosen, ada santunan yang diberikan pengurus Dharma Wanita Fakultas untuk anak-anak yatim, dsb nya. Dan yang paling menggembirakan, seperti pada tahun sebelumnya, keluarga besar Fakultas Hukum Universitas Jember rame-rame memotong 2 ekor sapi untuk menghadapi lebaran tahun ini. Lumayan, kita masing-masing mendapat 5 kg daging sapi per orang di tambah 1 kg daging sapi lagi. Paling tidak nanti kalau banyak tamu dan keluarga saat lebaran, saya dan istri dapat menyiapkan bakso dan suguhan untuk menyenangkan mereka, kata Jumak, salah seorang pegawai fakultas. He..he..hehe.., Alhamdulillah, di hari seperti ini kita segenap pimpinan Fakultas Hukum Universitas Jember diberikan kemampuan untuk dapat bersodakoh menggembirakan hati para bawahan, kata Dekan.


Category: kemahasiswaan