Dr. Nurul Ghufron: Ini Bukan Step Akhir Pendidikan

Yudisium Fakultas Hukum Universitas Jember (FH Unej) selalu menjadi momen indah dan mengharukan. Indah, karena dipenuhi wajah-wajah sumringah. Mengharukan, karena terjawab sudah hasil usaha dan doa-doa kelulusan yang selama ini dipanjatkan.

Yudisium periode 5 tahun akademik 2017/2018 yang diadakan pada hari Kamis, tanggal 29 Maret 2018 didahului dengan persembahan lagu-lagu oleh para dosen tersayang. Bu Emi Zulaikha, Bu Diah Ochtorina, Pak Aries, dan Bu Rini menghibur para yudisi (red: panggilan untuk para peserta yudisium), tamu undangan, dan seluruh senat FH Unej.

Dalam sambutannya, Dr Nurul Ghufron menyampaikan bahwa momentum yudisium ini adalah momentum kebahagiaan bagi semuanya. “Ini bukanlah step akhir (dari kehidupan), namun ini merupakan step awal dari jenjang pendidikan anda yang sesungguhnya.  Setelah ini anda akan memasuki universitas kehidupan. Ke depan anda akan dites  bukan secara tertuis, namun bagaimana pelayanan anda kepada society di manapun anda berada”, katanya dengan semangat.

Pakar hukum pidana  itu mewanti-wanti para yudisi untuk tidak pesimis dan selalu optimis menghadapi segala macam tantangan dalam kehidupan. Ia juga berpesan supaya para alumni bisa memberikan pelayanan terbaik di tempat mereka masing-masing, “Era disrupsi adalah era pelayanan, era permudahan. Mudahkan pelayanan anda kepada siapapun. Dengan begitu anda akan semakin dekat dengan kesuksesan anda. Berikan pelayanan yang paling mudah kepada masyarakat”. Lanjutnya, “Jangan membatasi kinereja pelayanan  anda dengan gaji yang anda terima. Ketika anda sudah membatasi kerja berdasarkan besar kecilnya gaji, maka anda tidak akan memiliki nilai plus dibandingkan yang lainnya, anda akan menjadi orang yang tidak berguna”.

Dekan FH Unej tersebut kemudian meminta maaf kepada pada alumni atas segala hal yang dirasa tidak adil dan menyusahkan, “apa-apa yang anda rasakan pahit di FH, saya atas nama pimpinan memohon maaf. Apa-apa yang dirasakan pahit saat ini, maka 5 tahun ke depan saya yakin, itu akan terasa manis. Ada dosen yang baik, ada dosen killer, itu adalah warna-warni Fakutas Hukum Universitas Jember”.

Dosen energik itu kemudian berpesan agar para alumni meminta maaf kepada orang tua dan dosen atas segala kesalahan selama ini, sekaligus berterimasih atas segala hal yang sudah diberikan, “Sukses yang kamu raih bukanlah suksesmu sendiri.  Itu adalah berkat orang tuamu. Bersimpuhlah memohon maaf pada orang tuamu. Mohon maaf atas segala kesalahan pada mereka”. Lanjutnya, “minta maaflah pada dosenmu atas segala kenakaan-kenakalanmu selama kuliah. Minta maaflah atas tandatangan-tanda tangan palsu pada daftar presensi kuliah. Orang sukses adalah orang yang pandai berterimakasin, pandai bersyukur”.