ALSA FH Unej : Sekarang Kita Pulang Bawa Piala !

Pengorbanan waktu, materi, pikiran, fisik, tim Asian Law Student Association (ALSA) Local Chapter  Universitas Jember (LC  Unej) di lomba National Moot Court Competition (NMCC) membuahkan hasil yang sangat membanggakan.

Bagaimana tidak, tim ALSA LC Unej yang dikirim dalam lomba peradilan semu tingkat nasional itu didaulat oleh juri lomba sebagai hakim terbaik, dan penasehat hukum terbaik pada babak penyisihan, juga  dipercaya menyimpan piala juara tiga dalam lomba antar universitas tingkat nasional tersebut.

Perhelatan akbar tahunan   memperebutkan piala Mahkamah Agung ini merupakan yang ke-21, yang dilaksanakan di Universitas Sriwijaya (UNSRI), Sumatera Selatan, dari tanggal 9 hingga tanggal 12 Februari 2018, dengan tema “Mewujudkan Peradilan Pidana yang Mulia dan Terhormat yang Menjunjung Tinggi Nilai Keadilan dan Kepastian serta Membentuk Calon Penegak Hukum yang Berpegang Teguh dengan Nilai, Asas, dan Norma dalam Hukum Pidana”.

Berangkat dengan harapan, pulang dengan kemenangan.

Samuel SM Samosir, S.H., M.H., dosen FH Unej dan pendamping ALSA LC Unej dalam lomba kali ini menyampaikan apresiasinya kepada seluruh anggota tim, “ Selamat kepada tim delegasi, dimulai dari kekurangan pemain dari awal persiapan lomba, dan persiapan yang dilakukan secara mandiri, mereka mampu untuk membawa nama baik FH Unej”.

Dr. Nurul Ghufron, S.H., M.H., menyampaikan rasa bangganya kepada tim yang dikirim, “Segenap pimpinan sangat bangga, dan mengucapkan selamat kepada tim NMCC. Khususnya kepada UKM Alsa.  Besar harapan, capaian ini bisa ditingkatkan untuk yang akan datang”.      Dekan FH Unej itu pun menyampaikan harapannya ke depan, “kami juga berharap, ini sebagai bagian dari pengembangan dan evaluasi terhadap matakuliah praktek peradilan pidana.

Jalan Terjal Meraih Kemenangan

ALSA Indonesia National Moot Court Competition merupakan kompetisi Peradilan Semu tingkat nasional tertua di Indonesia  dengan peserta Mahasiswa Fakultas Hukum dari berbagai Universitas di Indonesia, yang berkompetisi memperebutkan piala bergengsi dari Mahkamah Agung.​ Peradilan Semu berguna sebagai ajang pembelajaran bagi mahasiswa hukum agar bisa meningkatkan pengetahuan dalam bidang Hukum Pidana juga latihan beracara di pengadilan.

Tidak ada kesuksesan dan kemenangan yang diraih dengan ujug-ujug, “sim salabim”, dan instan. Semuanya membutuhkan proses dan perjuangan.

Sebagaimana diceritakan oleh Marisa, salah satu anggota ALSA LC Unej, bahwa proses untuk mendapatkan hasil yang sekarang ini harus melalui jalan yang terjal.   Ia menceritakan dengan antusias bahwa selama beberapa lomba NMCC yang sudah dia ikuti, tim harus pulang kandang tanpa membawa kemenangan.  Pernah suatu kali  mereka harus merelakan kekalahan di partai final. Hal ini dijadikan oleh UKM ALSA sebagai evaluasi dan penyemangat untuk menorehkan prestasi yang akhirnya kini didapatkan.

“Tidak mudah , mas, untuk membentuk sebuah tim yang solid, tim yang kompak”, katanya, “anggota ALSA yang tergabung dalam tim NMCC harus merelakan seluruh waktu, fikiran, dan tenaganya untuk mensukseskan tim”, katanya.

“Latihan tidak hanya satu jam, dua jam atau tiga jam dalam sehari. Biasanya latihan dimulai pagi, sore latihan, malam latihan, sering kali sampai menjelang pagi baru selesai latihan. Dan paginya latihan lagi. Bahkan kadang-kadang ada anggota yang tertidur di tempat latihan, lalu mengigau dan mengucapkan teks sidang yang dia hafalkan”, ujarnya dengan mata berkaca-kaca. “Bagi tim, ruang latihan sidang merupakan rumah kedua ketika hari-hari latihan”.

Mahasiswi cantik ini menceritakan bahwa di awal-awal latihan sangat sulit untuk menemukan tim yang  valid, “ya gitu mas, kadang kawan-kawan itu takut masuk tim NMCC. Karena memang berat sekali tanggungjawab anggota tim. Apalagi anak muda, kan, kadang pengen jalan-jalan. Kalau masuk tim  NMCC harus merelakan waktu jalan-jalan untuk latihan”.

“Namun semua itu tidak sia-sia, mas. Sekarang kita bisa menikmati hasilnya. Unej menjadi tim yang jangan sampai diremehkan. Sekarang ALSA Unej  menjadi tim yang harus diperhitungkan oleh Universitas lain”, katanya dengan tersenyum.

Anda Arsyad, salah satu anggota ALSA LC Unej juga menceritakan bahwa NMCC ini ajang yang sangat bergengsi. Persaingan antar universitas sangatlah ketat. Anggota tim harus mempersiapkan semuanya dengan matang dan sungguh-sungguh, karena selain berkorban tenaga dan pikiran, kegiatan ini pun menghabiskan biaya yang tidak sedikit.

Ayu Megawati menambahkan bahwa persiapan menghadapi NMCC ini membutuhkan waktu yang sangat lama. “Setengah tahun itu waktu yang bisa dibilang singkat untuk latihan. Latihannya bisa hampir satu tahun.  Tim NMCC ini butuh banyak sekali diskusi dengan kawan sejawat anggota tim, dengan para senior, dengan dosen, juga dengan para praktisi”.

Dara cantik asal Blitar ini juga mengatakan bahwa banyak air mata yang dikeluarkan. Penyebabnya banyak, karena gesekan antar anggota tim, karena kebosanan latihan, dan lain sebagainya. “Bosan sekali, karena harus berlatih setiap hari. Berbulan-bulan”.

Terus berkarya, kawan-kawan. Jangan lekas berpuas. Jalan di depan masihlah panjang. Teruslah berjuang, “ALSA always be one”.  !