Pesan Singkat Untuk Alumni Baru dan Calon Hakim di Yudisium FH Unej Periode Empat Tahun Akademik 2017/2018

Fakultas Hukum Universitas Jember (FH Unej), Kamis, 08 Pebruari 2017 tampak lebih menggairahkan dari biasanya. Pasalnya, Sidang Senat Terbuka FH Unej dengan agenda tunggal Yudisium Magister Hukum dan Sarjana Hukum FH Unej kali ini menghadirkan  45 calon wisudawan gagah berjas apik dan 53 calon wisudawati cantik dengan warna-warni batik.

Agenda sakral yudisium periode IV tahun akademik 2017/2018 yang diadakan di auditorium FH Unej itu dipenuhi wajah-wajah yang tersenyum sumringah penuh bungah lantaran berhasil menyelesaikan masa-masa kuliah.

Sembilan puluh delapan peserta yudisium tersebut terdiri dari 93  sarjana hukum, 3 magister kenotariatan, dan 2 magister ilmu hukum.

Hadir sebagai tamu undangan dalam  acara yang dilangsungkan pada pukul 08.00 sampai dengan pukul 12.30 itu delapan alumni FH Unej yang lolos dalam ujian seleksi calon hakim tahun 2017. Mereka adalah Fatchur Rochman, bertugas di PN Masamba; Roni Eko Susanto, bertugas di PN Bangli; Akbar Ridho Arifin, bertugas di PN Dobo; M. Salim Hafidi, bertugas di PN Tubelo ;  Diana Retnowati, bertugas di PN Koba; Isnania Nine Marta, bertugas di PN Praya; dan Yulia Putri Rewanda, bertugas di PN Menggala.

Selain kedelapan alumni FH Unej  tersebut,  ada dua orang lagi yang lolos pada seleksi calon hakim 2017, yaitu Ari Mukti Efendi, bertugas di PN Airmadidi, dan Ria Resti Dewanti yang bertugas di PN Paringin.

Dalam sambutannya, Dr.Nurul Ghufron, S.H., M.H menyampaikan bahwa para peserta yudisium harus banyak bersukur setelah berhasil menyelesaikan kuliahnya hingga tuntas, karena tidak semua orang yang namanya pernah tercantum sebagai mahasiswa FH Unej bisa menuntaskan perkuliahannya, karena berbagai faktor dan sebab.

Dekan FH Unej tersebut berharap para alumni bisa menghadapi dunia persaingan dengan tetap menjaga nama baik dirinya, keluarganya, dan juga almamater tempat mereka belajar. Ia juga atas nama pribadi dan lembaga menyampaikan permintaan maaf apabila selama ini banyak tindakan, perlakuan, dan aturan-aturan yang dirasa tidak adil yang membuat mereka merasa terdzolimi.

Teruntuk para calon hakim, ia berpesan bahwa hakim jangan hanya pintar dan cerdas, akan tetapi sesuai namanya harus memiliki sifat “hakim” (bahasa Arab) yang berarti bijaksana. “Akibat salah memutus suatu perkara, hakim bisa memisahkan suami dengan istrinya, dan memisahkan anak dengan orangtuanya”, katanya.

Para calon hakim alumni FH Unej perpose dengan  beberapa senat FH Unej

Di ujung sambutannya, pakar hukum pidana ini berpesan agar  para alumni  tidak pernah merasa bosan berburu ridho orang tua dan ridho guru, karena ridho orang tua dan guru menjadi sebab lancarnya perjalanan menuju kesuksesan.

Selamat berjuang para alumni, semoga lekas menjemput kesuksesan dan kebahagiaan. Jangan lupa doakan dan kunjungi orang tua, guru, serta almamatermu. Ingat pesan Dr. Aries Harianto, S.H., M.H., “bapak ingin mendengar kabar tentang prestasi kalian, bukan tentang pelanggaran hukum yang kalian lakukan”.

*donwload file peserta yudisium FH Unej periode IV di link ini => http://fh.unej.ac.id/wp-content/uploads/2018/02/lampiran-exxel-yudisi-periode-4-2017-2018-1.xls